Film ketiga dari tetralogi yang diawali oleh judul Twilight ini menyajikan cerita yang lebih 'maju' dibanding sebelumnya. Setiap sequel memang menjadi kelanjutan dari cerita sebelumnya dan menggambarkan proses pendewasaan diri tokoh utama Bella Swan dan hubungannya dengan vampir Edward Cullen dan juga werewolf Jacob Black. Walaupun masuk ke kategori remaja, saya rasa orang yang sudah tidak digolongkan kategori tersebut pun masih bisa menikmati ceritanya karena kisah cintanya tidak cengeng dan dangkal, seperti yang biasa disangka-sangka dari cerita anak SMA,
Eclipse menceritakan mengenai dilema yang dihadapi Bella Swan yang ternyata mencintai dua pria, Edward dan Jacob, yang secara alamiah, saling bermusuhan. Muncul pula masalah baru dengan keluarga vampir Volturi di Italia dan bangkitnya musuh lama yang dendam pada
Jacob dan Edward, walau bermusuhan, pada akhirnya bekerja sama untuk melawan pasukan vampir buatan yang ingin membunuh Bella. Tapi, itu tidak mengubah apa-apa dan mereka tetap pada posisi awal setelah semuanya selesai.
Cerita hubungan Bella-Edward juga berkembang pada saat Edward melamar Bella dan memberikannya cincin milik Ibunya yang sudah meninggal dunia. Bella pun menerima lamaran Edward. Selain itu, diceritakan mereka berdua sibuk mengirim aplikasi ke universitas-universitas terbaik dan juga mempersiapkan kelulusan mereka.
Untuk masalah thriller dan action, memang Stephenie Meyers bukanlah JK Rowling yang bisa go-detail pada adegan-adegan pertempuran dan punya intuisi yang baik terhadap detail. Jelas bahwa Meyers hanya ingin memusatkan cerita ke isi pemikiran dan hati Bella terhadap kejadian-kejadian dan orang-orang sekitarnya. Untuk yang kurang suka membaca, bisa tunggu kehadiran filmnya di bulan juli 2010 ini, and as for the fourth book, I definitely would collect it.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar