Powered By Blogger

Article Of Coming Soon Movie story (From Me) And Fiction Story (From My Friend)

http://wwwbloggercomqwikqwekblogg-qwikqwek.blogspot.com/

Sabtu, 30 Januari 2010

Percy Jackson And The Lightning Thief - The Action Fantasy

 

Cerita di film ini banyak mengangkat dewa dewi Yunani ke dunia modern saat ini. Di film ini Dewa Dewi yang merupakan perwujudan immortal dinyatakan tidak pernah mati atau hilang melainkan mereka tetap ada dan hidup di bukit Olympus.
Diceritakan disini Percy Jackson seorang anak laki-laki berusia 12 tahun pengidap disleksia dan cenderung hiperaktif. Beberapa kali Ia dikeluarkan dan dipindahkan dari sekolahnya karena tingkah lakunya dianggap bermasalah dan sulit diatur. Disekolahnya yang bernama Akademi Yancy, Percy bersahabat dengan Grover Underwood bocah canggung yang sering Ia lindungi di sekolah.
Percy tinggal bersama ayah tirinya yang Ia beri nama Gabe si Bau. Ibunya sesekali datang berkunjung karena Ia bekerja cukup jauh dari kota. Suatu siang sepulang sekolah Ibu Percy memutuskan untuk mengajak Percy bertamasya bersama. Namun tengah malam saat Percy dan ibunya terlelap, pintu pondokan mereka digedor oleh Gorver yang berwujud ….setengah manusia setengah …KAMBING ???!!
Grover yang datang membawa kabar buruk membuat Ibu Percy memutuskan untuk membawa Percy ke “Perkemahan” meskipun dengan resiko Ia tidak dapat bertemu dengan Percy selamanya.
Seolah kedatangan Grover belum cukup aneh, dalam pelarian mereka ke Perkemahan mobil yang digunakan mereka diserang oleh sesosok Minotaur.


Dalam usaha menyelamatkan diri, Ibu Grover menjadi korban dan terburai menjadi bubuk emas. Meskipun akhirnya Percy secara ajaib dapat membunuh si Minotaur dan melarikan diri ke perkemahan. Saat berhasil mencapai perkemahan ia kemudian jatuh pingsan tak sadarkan diri.
Sewaktu terbangun Ia mendapati dirinya di suatu perkemahan yang bernama perkemahan blasteran yang belakangan Ia tau merupakan perkemahan khusus anak-anak blasteran manusia dan dewa. Disana Percy mengetahui bahwa dewa dan dewi Yunani ternyata bukan hanya legenda dan disana tiap anak tinggal dalam 12 pondok yang merupakan perwakilan dari dewa dewi besar terkenal yang diantaranya adalah Aphrodite,Ares,Athena,Hermes dll.
Percy ditempatkan di pondok 11 yang merupakan pondok Hermes karena status ayahnya masih belum diketahui. Hanya anak-anak yang sudah jelas orang tuanya yang dapat menempati tiap pondok yang mewakili nama tiap orang tuanya. Tiap anak yang statusnya belum jelas seperti Percy untuk sementara ditempatkan di pondok 11 karena Hermes adalah dewa pejalan,dan dewa pelindung. Maka pondok ini akan selalu menerima pekemah baru (istilah untuk setiap anak yang tinggal disana).
Yang mengepalai perkemahan tersebut adalah dewa Dionysus sang dewa anggur yang hobbi bersungut-sungut dan selalu mengutuk pekerjaannya. Pelatihnya adalah mantan gurunya di akademi Yancy yang ternyata adalah centaurus bernama Chiron mantan pelatih pahlawan terkenal Hercules.
Para anak-anak Demigod atau blasteran dewa memiliki keunikan khusus. Secara umum mereka mengidap penyakit disleksia karena mata mereka cenderung membaca kata-kata dalam huruf Yunani kuno yang modelnya terbalik-balik sehingga membuat mereka kesulitan membaca tulisan normal. Tetapi selain penyakit ini anak-anak demigod memiliki keistimewaan sang dewa atau dewi yang merupakan orang tua mereka. Layaknya anak-anak Ares yang gemar berperang mereka diberkahi watak licik, dan ahli pedang, anak-anak Athena berambut pirang dan memiliki akal dan kepintaran yang luar biasa, anak-anak Apollo yang mahir memanah dll.


Namun sulit menentukan siapa ayah Percy karena Ia tidak memiliki keahlian apapun. Ia tidak jago memanah seperti anak-anak Appolo tidak kuat seperti anak-anak Ares dan tidak pintar seperti anak-anak Athena. Siapakah ayah Percy sebenarnya ?? Awalnya cukup bingung menebak siapa ayah Percy. Tetapi setelah beberapa petunjuk tidak sulit untuk menebak siapa ayah Percy sebelum akhirnya kedoknya dinyatakan dalam film.
Beberapa pekemah menebak Ia adalah anak dari tiga besar yaitu Zeus,Poseidon dan Hades.
Tetapi inti cerita buku ini terletak padakonflik yang saat itu tengah terjadi. Kondisi Gunung Olympus yang saat ini sedang terganggu. Zeus kehilangan Petir Asali-nya dan menuduh Poseidon yang melakukan hal ini karena ingin menguasai jabatan.
Menurut Chiron, tersangka utama konflik ini adalah Hades yang ingin merusak kerukunan dan kedamaian Gunung Olympus. Oleh sebab itu ia kemudian mengutus Percy untuk ke dunia bawah tempat berkuasanya Hades dan mengambil kembali Petir Asali milik Zeus. Karena Dewa dilarang menginjak daerah kekuasaan dewa lain tanpa diundang. Sedangkan “Pahlawan” – julukan bagi anak-anak demigod memiliki hak istimewa untuk pergi ke kemanapun.
Bila Percy gagal menunaikan tugas ini maka tak pelak akan terjadi perang dunia III dan bencana alam terbesar sepanjang sejarah karena manusia akan mudah diadu domba dan kekuatan alam terbesar Zeus sang penguasa langit dan Poseidon sang penguasa samudra akan berseteru satu sama lain. Kuasa bumi akan saling berperang.
Maka pergilah Percy untuk memenuhi misinya. Dalam misi ini Percy mengajak Annabeth putri Athena dan Grover si Satir.
Novel ini sangat menyenangkan untuk dibaca. Kalau biasanya cerita fantasi berputar di area penyhir baik dan jahat, maka Rick Riordan menyajikan hal baru dengan menyajikan demigod dan para dewa dewi Yunani.
Selain menyajikan cerita yang unik dan baru unsur komedi yang ditawarkan juga menyegarkan cerita sehingga menbaca buku ini rasanya semakin nikmat saja.
Pada tahun 2007 20th century Fox telah membeli hak kepada  ini dan meminang Chris Colombus sebagai sutradara film ini. Untuk sementara jadwal penayangan filmnya di rilis pada 11 February 2010.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar