"Der?loe liat gak barusan?akting kakak loe sama Bianca natural banget ya?"Seru Clarissa menyikut derby.
"ngg.. oh ya,natural banget,seperti lagi nyatain perasaan beneran.''jawab kevin. "nah loe kenapa bengong aja liat akting kakakmu itu?"tanya Clarissa heran. "hmm.. gw lagi mikir aja nih?apa mungkin kakak gw suka beneran sama bianca?soalnya dia gak pernah akting senatural ini"jawab Derby yakin.
"alah loe ini,jangan menyebar gosip.udah akh. ge ke tempat bianca dulu ya dah!!"seru Clarissa meninggalkan derby.
"hai Bie,hai ndra??"sapa Clarissa saat menghampiri Bianca Dan Andra. "hey,,kamu sama siapa kesini?"tanya Bianca. "bareng sama derby adiknya keVIn"jawab Clarissa senang.
"emangnya udah gak marahan lagi loe sama dia?"tanya Bianca. "udah gak dong Bie,oh ya Ndra loe cemburu gak sih liat Aktingnya Bianca dan Kevin?"cetus Clarissa.
"hmm... cemburu sih ada CLaris,tapi mesti bersikap profesional kan?"jawab Andra dengan bijak.
"makasih ya sayang."seru Bianca sambil memeluk pacarnya.
"ekhm..ekhm... tahulah yang tambah cinta aja..."ledek Clarissa.. Bianca dan Andra tertawa.
"aku kayaknya lanjut take lagi ya,kalian ngobrol aja ya"seru BIanca meninggalkan Andra dan Clarissa.
"ndra?beneran loe gak cemburu sama Kevin?"tanya Clarissa. "gak lah Claris,lagian mereka kan cuman akting,wajar kan kalo beradegan mesra"jawab Kevin Bijak.
"hmm.. cowok ini emang beda dari cowok lain,pantes aja bianca begitu tertarik sama Andra,selain dia ganteng,dia juga baik dan ramah"puji CLarissa dalam hati.
"Clarissa.. hello!!kok malah ngelamun."seru Andra. "hah!!gak kok cuman lagi mikirin dari jawaban kamu yang terlihat profesional."gumam Clarissa sambil tertawa.
"hahahaaa... dasar kamu ini?lucu juga ya punya sahabat kayak kamu"seru KEvin dan tak sengaja menumpahkan mocca ke baju CLarissa.
"upss.. sorry Claris,aku gak sengaja"ujar Andra langusng membersihkan bajunya CLarissa. "hmm.. udah ga apa-apa,aku ke toilet dulu ya"seru Clarissa sambil bergegas pergi.
"duhh,, kenapa gw deg-degan gini sih.harusnya gw gak kayak gini kan"gerutu Clarissa. "gak mungkin kalo gw suka sama andra,andra pacarnya Bianca andra juga udah cinta mati sama bianca,salah jadinya kalo gw suka sama Andra,tapi tuhan kebaikan andra buat jantung gw dag dig dug nih"perang batin di hati Clarissa ia perlu meyakinkan,apakah ia menyukai Andra atau gak.
"Bie,baru saja tasya dapet telpon dari sebuah majalah,katanya hari ini kamu ada pemotretan untuk cover"seru Tasya menghampiri Bianca.
"ok sya,tunggu sebentar ya aku ganti baju dulu"gumam Bianca.
tak berapa lama Bianca sudah berganti kostum dengan baju berwarna putih dan memakai rok yang berwarna biru.
*kantor majalah style....
'hallo Bianca,selamat datang"sambut beberapa karyawan disana. "hallo juga,maksih"jawab Bianca ramah. ia dan tasya langsung menuju runag kostum untuk berganti baju bianca diberikan beberapa pilihan.
dan setelah memilih-milih bie tertarik dengan baju yang pertama ia pakai. dan langsung melakukan pemoteratan untuk sebuah cover dan juga tak lupa Bianca ditanyai seputar hubungannya dengan Andra.
"baiklah BIe,terimakasih sudah menjadi bagian dari kami"seru seorang manajer kantor. "sama-sama Pak,kalo begitu saya ganti baju dulu ya"gumam bianca dab bergegas pergi. namun ia tak sengaja menabrak seseorang.
"upss,, maaf ya aku gak sengaja nabrak kamu"gumam Bianca sambil mencoba membantu orang yang ditabraknya.
"Lho!!kamu kan Claudia model terkenal itu kan?"tanya BIanca saat melihat siapa orang yang ia tabrak tadi. "ya,kalo gak salah kamu Bianca bernandete kan?kamu juga seorang model kan?"seru Claudia.
"kalo aku sih bukan model,lebih ke pemain serial atau film aja."ujar Binca merendah. "btw,loe pemotretan disini juga ya?"tanya Claudia sedikit jutek. "ya,aku baru saja selesai,kalo kamu?"tanya Bianca ramah. "aku juga sama,ada wawancara gitu. kalo gitu gw duluan ya"seru Claudia dan bergegas pergi. Bianca tersenyum memandang kepergian gadis itu.
kau yang di sana siapa dirinya
buatku terpana
kesan pertama sungguh mempesona
ingin mengenalnya
di kepalaku ada suka yang menggila
sudikah kamu mengenalku mendekatiku aku
aku mau tapi malu
ku suka matamu, hidungmu, wajahmu
dan aku mau untuk jadi milikku
aku mau tapi malu
ku suka gayamu, tingkahmu, senyummu
tapi ku malu tuk katakan padanya
aku yang selalu punya sejuta cara
cara tuk merayu
tapi yang terjadi aku seperti ini
ku bingung sendiri
aku suka, aku mau, tapi sungguh aku malu
aku diam, aku bingung, aku harus bagaimana
oh Tuhanku, tolong aku, mengapa ku jadi mau
ku tak tahu kenapa ku tiba-tiba jadi malu
ku tak tahu, tak tahu, tak tahu
ku tak tahu, tak tahu (GitaGutawa feat maia_malu tapi mau)
"ya tuhan,,sumpah gw bingung banget sama perasaan ini, apa benar gw mulai suka sama andra,tapi apa alesannya?"clarissa mulai mengomel sendiri. ia akhirnya punya ide untuk menemui Andra, ada yang ingin ia tanyakan. akhirnya Clarissa bergegas menuju rumahnya Andra. namun saat Clarissa berhenti tepat didepan rumahnya terlihat andra sedang bersiap-siap untuk berangkat. Claeissa hanya memandanginya lewat kaca mobil.
"duh,, nie sepatu susah banget ya dipakainya"geruru Andra. "akhh,, pakai yang lain aja kayaknya, yang ini sudah lumayan berdebu."andra kembali kerumah dan tak berapa lama Andra keluar dengan memekai kemeja kotak-kotak berwarna coklat. kemudian ia bergegas pergi.
"OMG!!sumpah Andra keren banget,beneran suka gak ya nie gw"pikir Clarissa dalam hati. lalu lamunanya terhenti saat seseorang mengetuk jendela mobilnya.
"Claris?ngapain disini?kenapa gak manggil aku aja"tanya Andra. Clarissa langsung kelabakan ia ketahuan oleh Andra.
"hai Ndra, barusan lewat sini terus telpon bunyi aku berhenti aja dulu eh! gak tahunya ini rumah kamu"seru Clarissa mencari-cari alasan.
"ohh gitu,ya sudah bisa anterin gw gak kedepan?gw mau beli buku nih"ajak Andra. "hmm.. Boleh, kebetulan aku juga mau beli buku."ujar Clasriss. akhirnya Andra dan Clariss meluncur menuju sebuah toko buku, sementara Clariissa dalam pikirannya.
"duh,,ketahuan gak ya kalo gw gugup dan gw boong, terus pake bilang mau beli buku lagi!gw kan kan gak suka baca sama sekali. "hey Claris?kok bengong aja?kenapa?"tanya Andra. "hmm.. gak kenapa-napa kok?aku lagi berfikir apa Bie gak marah liat kamu pergi sama aku?"tanya Clarissa.
"Ohh!!tenang aja kok,Bie kan baik dia juga tahu kita gak akan macem-macem"gumam Andra sambil terus berkonsentrasi dengan nyetirnya. Clarissa kini diam tak tahu lagi apa yang mesti di bicarakan.
Bianca memegangi perutnya,sepertinya ia lapar atau mungkin sakit perut. kemudian Kevin yang melihatnya langsung menghampiri Bianca.
"Bie?kamu kenapa?sakit ya?"tanya KEvin khawatir. "aduhh,gak tahu nih Vin,perut aku sakit banget,,"seru Bie sambil merintih kesakitan memegangi perutnya. "Kamu punya penyakit mag atau biasa cewek.."gumam Kevin. "bukan kok VIn,kayaknya ini Aku kena mag deh,padahal barusan udah makan kok."gumam Bianca masih menahan sakitnya tak berapa lama ia pingsan dalam pelukan Kevin.
"Bie..Bie.. Bianca bangun??"teriak Kevin menepuk pundak bianca. kevin langsung meninurkan Bianca di sofa, kevin terus memandangi wajah Bianca. sekilas terlintas dipikran kevin untuk milikin BIanca seutuhnya, namun ia berfikir lagi karena Bianca sudah mempunyai Andra.
"Bie,,ayo bangun?kamu itu kenapa sih?"seru Kevin sambil khawatir. dan sepertinya gak ada cara lain selalin memberi nafas buatan. akhirnya kevin memberikan Bianca nafas buatan beberapa kali.
"bie,, ayo bangun.."seru Kevin. saat KLevin memberikan nafas buatan untuk Bianca Derby tak sengaja membuka pintu ruang ganti itu.
"upss...!!!kak kevin?ngapain dia nyium Bianca?"gumam Derby dalam hati. saat kevin menoleh ke arah Pintu derby bergegas pergi dari situ. dan Bianca akirnya sadar. "Vin,aku kenapa?"tanya Bianca masih terlihat lemas. "tadi kamu baru aja pingsan,untung kamu gak kenapa-napa?sepertinya kamu kecapean"jelas kevin. "makasih ya kamu udah menolong aku"gumam Bianca sambil tersenyum. Kevin membalas senyuman Bianca.
sementara Derby masih terlihat tak percaya. "duhh,, gw masih gak percaya deh?bianca lagi tidur terus kakak gw nyuri kesempatan buat nyium bianca.jangan-jangan bener dugaan gw kalo kak Kevin suka beneran sam BIanca,pantes saja aktingnya natural banget."gumam derby dalam Hati, kini setuja kecurigaan merasuki pikiran Derby,benarkan kakaknya Kevin menyukai Bianca,sampai ia berani mencium BIanca yang sedang terlelap tidur.
dan Kevin juga Bianca. "kayaknya kamu kecapean deh Bie,makanya kamu sampai pingsan tadi."ujar Kevin. "kayaknya sih gitu Vin,kalo gitu aku boleh ostirahat sebentar gak?habis itu lanjut lagi shootingnya."gumam Bianca. Kevin mengangguk tanda ia menyetujui permintaan BIanca.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar